Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Tagur Hari ke 17. Terima kasih mbah . .

Gambar
  #kisah lama yang belum sempat terunggah Beberapa hari yang lalu, tepatnya di hari terakhir Ramadhan. Ketika saya membeli sate ayam yang letaknya tidak jauh dari rumah orangtua, saya dapatkan sebuah kisah yang sangat inspirative dari seorang kakek yang kebetulan makan sate ayam ditempat yang sama. Usia beliau kurang lebih 75 tahun, namun pembawaan beliau masih terlihat sehat dan aktif. Di umur beliau yang sudah lanjut, beliau tetap bekerja. Beliau tidak menyerah dan berdiam diri menunggu belas kasih putra putrinya yang berada diluar kota.   Setiap hari beliau mengambil susu bantal untuk dijual di pusat kota. Dengan jarak kurang lebih 7 km dari rumah, beliau mengayuh sepeda di pagi hari dan pulang jam 4 sore atau saat dagangan beliau habis. Saya lihat sebuah sepeda tua tersandar di dinding rumah penjual sate ayam. Jadi menangis sayanya mengingat banyaknya keluhan yang seringkali terlontar dari bibir ini karena alasan capek . . Yaa Robb, ampuni semua dosa ini . . Ada yang...

#Tagur Hari ke 16, Sarung akung

Gambar
  Akung, begitu saya memanggilnya. Sosok lelaki yang sangat saya kagumi. Beliau ayah saya, namun saya lebih sering memanggil akung, karena anak saya yang saat itu masih kecil, pernah memanggilnya "ayah" karena meniru saya. Beliau adalah sosok panutan saya. Kedisiplinan dan tanggung jawabnya saya acungi jempol dua. Saya ingat banget bagaimana beliau mencambuk saya dengan sebatang kayu ketika tiba waktu sholat dan saya masih bermain. Benar kata pepatah bahwa perlakuan ayah ke anak akan berbeda dengan perlakuan kakek ke cucunya. Kasih sayang beliau kepada cucu-cucunya menjadikan beliau selalu dicari saat sedang bermain ke rumah beliau. Ajakan bermain apa saja akan beliau lakukan asal cucunya bahagia. Tak jarang cucunya berebut untuk sekedar mendapatkan pelukan, ciuman atau usapan di punggung. Ya. . beliau selalu mengusap punggung cucu-cucunya saat memeluknya. Tak lengkap rasanya bagi mereka tanpa bertemu dan memeluknya. Putri sulung saya adalah salah satu fans berat akung. S...

Tagur Hari ke 15. Sok, nulis ajah . .

Gambar
  Akhir-akhir ini, keinginan menulis sesuatu semakin tinggi. Hal ini diakibatkan karena beberapa hari yang lalu saya mengikuti Workshop menulis yang di motori gurusiana. Terlebih saya memutuskan untuk mengukuti #tagur (tantangan guru) untuk. menulis non stop selama 30 hari. Maksud hati sih ingin mengikuti yang 30 hari saja, karena sadar diri, bahwa saya masih pemula banget. Alhamdulillah, masih bisa bertahan di hari ke 15 ini, semoga target menulis 30 hari tercapai, aamiin. Kebanyakan tantangan (baca:masalah) di awal menulis adalah menemukan ide. Sama, saya juga selalu berkutat dengan ide/tema yang akan ditulis. Menurut para pakar yang sering menulis dan sudah mendapat julukan Core of the core katanya Mbah ndul, ide itu bisa di dapat dari mana saja. Benar juga sih, terkadang ide tulisan saya, datang dari hasil membaca tulisan di medsos, dari putri saya, diskusi dengan teman, melihat acara di Televisi, dari dapur dan terkadang saya mendapatkan ide menulis dari hal yang tidak ter...

Pede Boros! Tagur hari ke: 14

Gambar
  Ungkapan “Pede   boros” saya dengar saat melihat para youtuber membuat content/ Vlog untuk mendulang subscriber di dunia maya demi mengumpulkan pundi-pundi. Sepertinya hamper semua kalangan, baik anak-anak, remaja, sampai orang dewasa lagi demam nge- vlog . Tidak mengherankan sih, apalagi saat content tersebut diunggah di you tube mampu mendulang ribuan, bahkan jutaan subscriber. Wow, dengan sendirinya uang akan mengalir deras ke rekening pribadi. (soal berapanya, coba searching di Google ya..) Itu sah-saja saja sih, selagi tidak menyakiti dan merugikan orang lain. “Pede boros”   menjadi   julukan bagi seseorang yang memiliki tingkat percaya diri yang tinggi. Menurut saya, percaya diri itu suatu anugerah, karena tidak semua orang memilikinya. Coba perhatikan orang-orang di sekeliling kita. Mereka yang memiliki tingkat percaya diri tinggi akan lebih menonjol dan berhasil di bidangnya. Percaya diri ini sebagai modal awal untuk menciptakan keberhasilan. Teringa...

Hari ke 13. Haruku . . .

Gambar
  Senin, tanggal 19 menjadi hari yang luar biasa bagi saya. Setelah sholat subuh, seperti biasa, saya nyalakan handphone , melihat pesan yang masuk, karena terkadang pengumuman penting dikirim saat larut malam bahkan dini hari. Sudah menjadi kebiasaan bagi saya untuk mematikan HP saat hendak membaringkan badan di tempat tidur. Katanya sih biar awet batterenya, benar tidaknya saya tidak tahu. Tapi Alhamdulillah, masih tetap awet sampai sekarang. Begitu saya nyalakan handphone , terlihat   ada sebuah pesan masuk dari putri sulungku yang membuat terisak tanpa bisa saya tahan. “ Maafin Zila mah kalau selama 14thn belum bisa ngebahagiain mamah sm ayah. Yang Zila bisa banya menyusahkan kalian berdua. Zila tau Zila punya banyak kekurangan, tapi Zila ttp berusaha yg terbaik untuk kalian berdua, ayah sm mamah. Zila yakin besok atau kedepannya Zila pasti bisa ngebahagiain mamah sm ayah. Zila yakin itu. Yg Zila pengen cuman do'a dari kalian berdua. Do'a kalianlah yang bisa menyelamat...

Hari ke 12. Cukup Pahami saja . . .

Gambar
  Pada zaman saya   MTs/SMP di tahun 1990 dulu ada grop band dari Boston, Amerika Serikat -kalau sekarang boy bandlah- yang sangat fenomenal. New Kids on the Block (NKOTB), nama boy band yang beranggotakan Donnie Walberg, kakak adek Jordan dan Jonathan Knight, Danny Woodserta si imut Joe Mclntyre. Saya masih ingat saat itu, betapa saya juga teman-teman sangat mengidolakan mereka. Mulai dari buku, tempat pensil, map snel juga poster saya punya. Tidak pernah lelah memburu pernak-pernik yang berkaitan dengan boy band tersebut. Yang seumuran saya mungkin masih ingat, atau bahkan berperilaku sama dengan saya . . . Tommy page menjadi idola saya selanjutnya saat MA/SMA, poster besar terpampang dikamar saya. Saat kuliah pun, poster pemain bola menjadi pajangan selanjutnya. Saat itu saya adalah seorang Juventini yang mengidolakan Alexandro Del Piero, straker andalan Juventus yang bekerjasama dengan Gianlugi Buffon sebagai penjaga gawangnya. Itu dulu . . . Bumi itu bulat! Saya semak...

Sepenggal cerita

Gambar
  Repost, real story. Beberapa hari yang lalu, saya bersama teman guru memeriksakan mata di RS Bhayangkara.   Sebagai pengajar mata adalah modal utama, jadi pastilah mendapat   perhatian yang istimewa   saat terasa ada sesuatu yang tidak seperti biasanya. Sesaat setelah sampai di tempat tujuan, ternyata antrian sudah sangat mengular,   pdhal jam   masih menunjukkan pukul 6.30. Pemeriksaan akan dimulai pada pukul 8, maksud hati ingin datang lebih awal agar bisa plg lebih awal juga krn terbatasi oleh jam mengajar. Tentu saja kamipun harus mengantri seperti yang lain. Kalau di hitung mungkin kami adalah pengantri nomer 20an, bisa di bayangkan berapa lama kami harus berada di situ. Jadilah kami telephone guru piket untuk meminta ijin sampai selesai urusan ini. Disaat kami mengantrilah kami mendapatkan pelajaran berharga. Kami bertemu dengan seorang ibu yang luar biasa hebat.   Ada cerita menarik yang bisa kami ambil hikmahnya. Beliau adalah seorang p...

Hari ke 8. “Engkau Kebanggaanku”

Gambar
  Sesuatu yang sangat berarti pasti tak akan pernah lekang oleh waktu, apapun itu. . .   Seperti beberapa hari yang lalu, saat menunggu ananda tersayang pulang skolah ditempat mukimnya sekarang, mengingatkanku   27 tahun yang lalu. Satu fase hidupku yang sangat berarti   dan yang akan pernah terlupakan, tidak akan pernah. . . .   Romantika kehidupan waktu itu sangatlah luar biasa. Kehidupan yang jauh dari orangtua, seringkali membuat kita menjadi pribadi yang “tangguh dan mandiri”. Resah dan gelisah menunggu kiriman dari rumah, kesal dan marah saat antrian diserobot teman, senang dan bahagia diwaktu sambangan, capek dan letih setelah berlari mengambil sesuatu yang tertinggal di kamar atas sedangkan kita harus cepat berada di lantai bawah karena pak ustadz sudah stand by di dampar dan lagu " huwal khabibulladzi. . ." sudah berkumandang. . . . 27 tahun yang lalu, saat pertama kali berkenalan dengan dunia 'luar' yang sama sekali asing. . . asing dengan suasa...

Hari ke 11. Tetap menarik!

Gambar
  Beberapa hari ini, perhatian saya tertuju pada tayangan Televisi. Beberapa tahun yang lalu tayangan ini sangatlah diminati, terutama ibu-ibu penggemar cerita Bollywood. Ya, saat ini hampir semua tayangan masa lalu diputar kembali di salah satu stasuin TV. Ada Mahabharata, Chandragupta Mauriya, Jodha Akbar, Chandra Nandini,   Uttaran, tak ketinggalan Balveer, yang menjadi favorit si adek dizamannya, sampai bebrburu kaos balvier ke took di seantero took di kota. Dan anehnya tidak hanya saya, tapi banyak ibu yang berniat sama. The power of Televisi. Beberapa cerita diantaranya berdasarkan cerita yang berlatar belakang kerajaan di India. Mahabharatalah yang menjadi favorit saya saat itu, sampai sekarangpun masih menonton, meskipun siaran ulang, mungkin pembaca juga. Alur cerita yang menarik ditambah para pemain peran yang eye cathing menjadi daya tarik tersendiri. Yudistira yang bijaksana, Arjuna si tampan yang pandai memanah, Bima yang gagah perkasa, Nakula yang cerdas serta...

Hari ke 10. Hari Santri kami. . .

Gambar
  Hari ini, Kamis, 20 Oktober 2020, kami merayakan Hari Santri. Kali ini ada yang   berbeda dari biasanya, hanya apel bendera, tanpa pawai, tanpa perayaan. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian acara sebelumnya. Hari Selasa kemarin,   kami mengadakan Santunan Yatim/Piatu. Acara tersebut diawali dengan membaca surat Yaasin sebagai bentuk rasa syukur atas diberinya kelancaran pada proses renovasi kelas yang ditempati kali ini, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an   oleh ananda Safika Sari, kelas 9H.   Acara yang dipandu oleh anak-anak OSIS ini dihadiri oleh Bapak kepala madrasah, bapak ketua Komite madrasah, guru dan karyawan, dan peserta magang dari IAIN Tulungagung. Alhamdulillah, kami bangga kepada anak-anak. Mereka mampu mengatur segalanya dengan baik,   hingga urusan akomodasi bagi bapak/ibu guru serta hadirin yang datang. Bersama 58 anak yatim/piatu, kami berdo’a bersama untuk keselamatan bangsa Imdonesia. Berita mengejutkan kami ...

Hari ke 9. Sama tapi beda . . .

Gambar
  Saya adalah ibu dari dua putri yang luar biasa. Kakak Zilla, begitu saya biasa memanggilnya, sekarang sedang belajar di Pondok Pesantren An Najach Putri, Tambak beras, Jombang. Saat ini dia sekolah di MTsN 3 Jombang,   kelas 8. Si kecil, adek Icha, sekarang duduk di kelas 4, SDIQu AL Bahjah, Karangrejo, Tulungagung. Mereka lahir pada situasi yang berbeda. Si sulung lahir saat kami berjuang dari nol. Ketika itu, saya seorang guru GTT (Guru Tidak Tetap) yang mengabdi pada MTsn Karangrejo. sejak tahun 2003. Tahun 2006, setahun setelah kami menikah, dia lahir. Alhamdulillah, Alloh langsung mempercayakan titipan kepada kami, yang mungkin tidak semua orang mendapatkannya. Dia anak yang cerdas, keras dan tidak mudah menyerah. Kala itu, belum genap 11 bulan sudah bisa berjalan. Teringat saat dia berumur 3 tahun, mencoba naik sepeda kecil punya tetangga, seketika itu dia berhasil memutari halaman rumahnya yang luas. Terharu saya melihat kegigihannya untuk bisa menaiki sepeda tersebut...

Hari ke 6. Untuk Anakku. . .

Gambar
  Nak. . . hidup ini adalah perjuangan, jangan pernah berhenti. Pahit manis, sedih   gembira, kecewa bahagia, kegagalan dan keberhasilan akan selalu menjadi teman dalam setiap langkahmu tapi ingatlah nak. . . . disetiap kejadian pasti ada hikmah yang akan membuatmu mengerti akan rencanaNya. . . Nak. . . hidup ini adalah pilihan. Banyak peristiwa yang akan membuatmu berhenti untuk menentukan langkahmu selanjutnya. Persimpangan jalan yang harus kau pilih tidak akan pernah kau tahu akhirnya, tapi yakinlah nak, pertolongnNya pasti ada saat engkau memilih jalanNya. . .   Nak. . . hidup ini adalah ibadah. Berusahalah untuk selalu rela melakukan semua hanya untukNya. Berbaik sangkalah kepadaNya walau seburuk apapun ada didepan mata, karena semua itu adalah kehendakNya. Nak. . . ingatlah bahwa, manusia terbaik adalah yang membawa manfaat bagi manusia lainnya. Sebanyak apapun hartamu, setinggi apapun jabatanmu, niscaya tiada berguna jika tidak bisa. membawamu ke jalanNya. Se...

Day (2) Berbeda, why not?

  "Kenapa ya, si A selalu begitu, pasti selalu beda dengan lainnya", ujar si B. Pastinya kita sering banget mendengar "gunjingan" karena ada yang berbeda dengan lainnya. Keadaan ini dimungkinkan karena latar belakang kita yang dahulu kala diharuskan untuk "sama" dan satu suara. Padahal, berbedaan adalah rohmat. Alloh menciptakan perbedaan diantara kita untuk saling mengenal satu sama lainnya. Mengenal pribadi, sikap, sifat dan karakter yang tentunya berbeda-beda. Lantas, kenapa mesti "alergi" dengan perbedaan?. . . Kalau kita membaca kisah orang-orang sukses diseluruh dunia, mereka berangkat dari sebuah perbedaan, baik itu berbeda cara pandang, cara berfikir, cara menyikapi   keadaan yang ada. Tentu saja keberhasilan mereka dibarengi dengan usaha dan kerja keras yang nyata. Mereka mewujudkan mimpi yang berbeda dari yang lain. Teringat kisah Alm. Ciputra, sosok pengusaha sukses, yang berangkat "perbedaan", berbeda cara menyikapi kead...

Hari ke 4. Eh. Jadi!

  Menulis tidak gampang, memang iya. Karena itu, kenapa 4 kemampuan dalam berbahasa, menulis menjadi yang terakhir. Urutannya adalah, ,mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.   Semua orang mungkin bisa berbicara, namun tidak semua orang bisa menuliskan kata-kata.   Salah satu problematika yang dihadapi oleh sebagian orang yang akan memulai membuat tulisan adalah “apa yang akan saya tulis?”. Mendapatkan ide, menjadi langkah penting dalam menuangkan pena kita, kalau sekarang ya . . . menggerakkan jari jemari diatas keyboard laptop/ andrioid. Sebenarnya ide itu bisa didapatkan dari kehidupan sehari-hari, dari melihat, mendengar bahkan dari pengalaman kita sendiri, akan bisa menjadi sebuah tulisan. Terlebih bagi seorang ibu seperti saya, tentunya banyak peristiwa atau kejadian yang bisa dijadikan bahan tulisan.   Problematika menghadapi anak-anak dimasa pandemic dengan kegiatan daring saja sudah menyita sebagian energy kaum ibu, ditambah lagi kegiatan didapur ...

Hari ke 5 "Curhat aja! "

Gambar
  Kemarin, di ruang guru, ada sebuah diskusi yang menarik, menurut saya. Tidak bisa dipungkiri bahwa, banyak sekali ditemukam problematika pembelajaran daring seperti sekarang ini. Yang paling sering terjadi bukan berasal dari aplikasi atau sistemnya namun lebih pada pelaksanaan belajarnya, dalam hal ini, anak dan orang tua sebagai pengajar di rumah. Beredar di dunia maya, bagaimana peran guru yang digantikan oleh ibu, ternyata menjadi preseden yang kurang baik bagi jalannya pembelajaran secara on line. Keluhan anak-anak melalui WA grop maupun japri, memenuhi layar chat di hp bapak/ibu guru. Rasanya, kebosanan belajar daring dinrumah sudah menghantui mereka. Pertanyaan "kapan masuk bu? ", bertubi-tubi mereka ditanyakan, dan jawaban"tunggu informasi dari sekolah ya", berulang kali di forward dari satu nomor ke nomor lainnya. Indikasi lain yang terlihat dengan jelas, manakala tugas yang dikirim ke E Learning sudah mulai turun   peminatnya. Pada awal pembelajaran...

Hari ke 3. Apalagi ya?

Gambar
Alhamdulillah. . . usai sudah belajarku kali ini. Bertambah lagi ilmu Alloh yang bisa saya pelajari. Setelah 6 pertemuan materi kemarin plus praktek, jadilah 1 media pembelajaran berbasis exel. Meskipun pelatihan ini berupa daring, ternyata ada   330 peserta yang kesemuanya guru dari seluruh indonesia. Satu hal yang patut digaris bawahi, semangat belajar para guru sangat luar biasa! Tidak semua peserta adalah milenial, bahkan hampir separonya adalah senior. Pun kesabaran instruktur, bapak @marjito saya acungi jempol! Beliau selalu menjawab dan membimbing para peserta dengan telaten walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 22.30, saking semangatnya para peserta   mengerjakan tugas disetiap pertemuannya.   Keikut sertaan saya di pelatihan ini, berkat ajakan sahabat karib satu skolah untuk join e guru. Awalnya saya sempat berfikir, bisa nggak ya nanti saya ikuti sampai akhir, karena syarat kelulusannya absensi harus penuh, harus mengumpulkan tugas disetiap pertemuan. Disatu ...

hari ke 1. Perjuangan kita belum usai

 Mungkin tulisan saya ini yang kesekian kalinya tentang COVID, namun gak akan pernah bosan saya membahasnya, karena selalu ada yang menggelitik dihati saya, melihat realitas yang ada didepan mata.  🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺 Beberapa hari kebelakang, saat membuka Medsos (facebook, instagram, wa, twitter) pun stasiun Televisi, yang acapkali terbaca dan terlihat adalah kasus COVID. Ajakan dan himbauan untuk matuhi dan mengikuti protokol kesehatan sangat gencar sekali disuarakan. Razia masker juga digelar diseluruh wilayah Indonesia. Namun ternyata masih saja ditemukan kasus-kasus positif bahkan dengan temuan dari kluster baru.  Banyak anggapan bahwa, untuk penyakit (virus) ini tidak ada obatnya. Yang bisa dilakukan adalah mencegah dan mengurangi. Mencegah agar tidak terjangkit virus ini dan mengurangi efek yang diakibatkan olehnya.  Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga agar tubuh tetap fit, sehingga imun tubuh menjadi kuat saat menerima serangan dari virus ...