Hari ke 11. Tetap menarik!
Beberapa
hari ini, perhatian saya tertuju pada tayangan Televisi. Beberapa tahun yang
lalu tayangan ini sangatlah diminati, terutama ibu-ibu penggemar cerita
Bollywood. Ya, saat ini hampir semua tayangan masa lalu diputar kembali di
salah satu stasuin TV. Ada Mahabharata, Chandragupta Mauriya, Jodha Akbar,
Chandra Nandini, Uttaran, tak
ketinggalan Balveer, yang menjadi favorit si adek dizamannya, sampai bebrburu
kaos balvier ke took di seantero took di kota. Dan anehnya tidak hanya saya,
tapi banyak ibu yang berniat sama. The power of Televisi.
Beberapa
cerita diantaranya berdasarkan cerita yang berlatar belakang kerajaan di India.
Mahabharatalah yang menjadi favorit saya saat itu, sampai sekarangpun masih menonton,
meskipun siaran ulang, mungkin pembaca juga. Alur cerita yang menarik ditambah
para pemain peran yang eye cathing menjadi daya tarik tersendiri. Yudistira
yang bijaksana, Arjuna si tampan yang pandai memanah, Bima yang gagah perkasa,
Nakula yang cerdas serta Sadewa yang sensitive dan peka terhadap situasi
bahaya. Dikisahkan dalam film tersebut
tentang 2 garis keturunan yang mempunyai watak dan karakter yang sangat
bertolak belakang, Pandawa dan Kurawa. Pandawa yang diketuai Yudistira memiliki
karakter yang baik, sabar juga bijaksana. Adapun Kurawa yang dipimpin oleh
Duryadana menunjukkan karakter yang sombong dan ambisius serta menghalalkan
segala cara dalam meraih tujuannya. Kurawa selalu mencari masalah disetiap
peristiwa, sedangkan Pandawa selalu berusaha sabar dalam menghadapi Kurawa. Hal
ini terjadi karena ada sosok paman dari pihak Kurawa, yakni Sangkuni, -saya
yakin osok inilah yang paling di benci pemirsa- yang selalu memprofokasi
Duryudana untuk berbuat yang tidak baik. Sosok Sangkuni seringkali memandang
dengan sebelah mata, menggambarkan pribadi yang tidak bisa melihat segala
kejadian dengan pandangan yang terbuka.
Perang saudara yang menjadi akhir dari kisah ini, dimenangkan oleh
Pandawa. Kisah Mahabharata ini bisa menjadi i'tibar dikehidupan kita. Kehidupan
didunia ini tidak bisa dilepaskan dari dua sisi, baik dan buruk. Dua sisi yang selalu
saling bertolak belakang. Hidup adalah pilihan, dan kitalah yang menentukannya.
Dalam
kehidupan ini, terkadang niat baik yang kita sampaikan tidak serta merta akan
diterima baik pula, karena itu selalu berserah diri kepada Alloh. Dialah yang
membolak balikkan hati manusia. Kebaikan akan selalu menang dan menemukan
jalannya, karena setiap jalan kebaikan akan dimudahkan olehNya, percayalah. . .

Komentar
Posting Komentar