Hari ke 8. “Engkau Kebanggaanku”
Sesuatu
yang sangat berarti pasti tak akan pernah lekang oleh waktu, apapun itu. .
.
Seperti
beberapa hari yang lalu, saat menunggu ananda tersayang pulang skolah ditempat
mukimnya sekarang, mengingatkanku 27 tahun
yang lalu. Satu fase hidupku yang sangat berarti dan yang akan pernah terlupakan, tidak akan
pernah. . . .
Romantika
kehidupan waktu itu sangatlah luar biasa. Kehidupan yang jauh dari orangtua,
seringkali membuat kita menjadi pribadi yang “tangguh dan mandiri”. Resah dan
gelisah menunggu kiriman dari rumah, kesal dan marah saat antrian diserobot
teman, senang dan bahagia diwaktu sambangan, capek dan letih setelah berlari
mengambil sesuatu yang tertinggal di kamar atas sedangkan kita harus cepat
berada di lantai bawah karena pak ustadz sudah stand by di dampar dan
lagu " huwal khabibulladzi. . ." sudah berkumandang. . . .
27
tahun yang lalu, saat pertama kali berkenalan dengan dunia 'luar' yang sama
sekali asing. . . asing dengan suasananya, asing dengan para penghuninya juga
asing dengan segala aturan juga larangannya. . . . menyesalkah? oh tidak! sama
sekali tidak.
Alhamdulillah
'ala kulli hal atas apa yangg terjadi. Dahulu semua itu serasa bagai 'tragedi',
tapi sekarang saat mengenangnya pastilah tersungging seutas senyum dan seuntai
gelak tawa bahagia yang menjadikan itu sebuah 'komedi' (teringat quote dari Mom
Arina pas kukiah dulu).
Segala
sesuatu yang baru dan berbeda pastinya akan sulit. Semua pasti tahu akan hal
itu. Tanpa disadari bahwa pengalaman yang berbeda akan membuat kita menjadi
berbeda pula. Pengalaman adalah guru terbaik. Benar sekali! Kemampuan
berdasarkan pengalaman akan jauh lebih berguna dalam menghadapi masalah yang
ada.
27
tahun sudah berlalu. . . dan sekarang semua terulang lagi walaupun dengan
setting yang berbeda. Semua yang terjadi adalah atas ijin Alloh. . . tak ada
yang sia-sia kalau kita mau menelisik peristiwa demi peristiwa berlandaskan
khusnudzon kepadaNya. . . .insyaalloh.
Anakku.
. . . saat ini,engkau berada ditempat yang sama seperti mama saat itu. Tempat
yang sesuai keinginan dan pilihanmu.
Resah dan gelisahmu, lelah dan letihmu, marah dan kesalmu, senang dan bahagiamu
saat ini akan terasa sangat istimewa ketika engkau mengenangnya kelak. . . .
Semoga semua diberikan kemudahan dan mendapat berkah serta ridlo Alloh selalu
sayangku. . . aamiin. Love you kebanggaanku!

Komentar
Posting Komentar