Hari ke 10. Hari Santri kami. . .

 


Hari ini, Kamis, 20 Oktober 2020, kami merayakan Hari Santri. Kali ini ada yang  berbeda dari biasanya, hanya apel bendera, tanpa pawai, tanpa perayaan. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian acara sebelumnya. Hari Selasa kemarin,  kami mengadakan Santunan Yatim/Piatu. Acara tersebut diawali dengan membaca surat Yaasin sebagai bentuk rasa syukur atas diberinya kelancaran pada proses renovasi kelas yang ditempati kali ini, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an  oleh ananda Safika Sari, kelas 9H.  Acara yang dipandu oleh anak-anak OSIS ini dihadiri oleh Bapak kepala madrasah, bapak ketua Komite madrasah, guru dan karyawan, dan peserta magang dari IAIN Tulungagung. Alhamdulillah, kami bangga kepada anak-anak. Mereka mampu mengatur segalanya dengan baik,  hingga urusan akomodasi bagi bapak/ibu guru serta hadirin yang datang.

Bersama 58 anak yatim/piatu, kami berdo’a bersama untuk keselamatan bangsa Imdonesia. Berita mengejutkan kami terima saat diumumkannya total dana santunan yang didapat dari wali murid, guru dan karyawan MTsN 6 Tulungagung mencapai Rp. 20. 360.000, sebuah angka yang luar biasa dan tertinggi selama ini. Subhanalloh! Ditengah keadaan seperti ini yang tentunya berdampak pada sektor ekonomi, ternyata tidak serta merta berdampak pada sisi kemanusiaan. Pun selama saya menjadi wali kelas 8A, 15 tahun, belum pernah menerima titipan sebesar tahun ini. Tak da yang tidak mungkin jika Dia berkehendak. Selalu ada jalan untuk kebaikan. Insyaalloh . . .

Acara hari ini dimulai pada pukul 08.00 -10.00, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker dan jaga jarak. Dalam sambutannya, bapak kepala madrasah, H. Asrori, M.Pd.I berpesan kepada anak yatim/piatu agar selalu bersabar menerima musibah yang terjadi. Semua peristiwa pastilah atas izin dan kehendakNya. Beliau juga berpesan agar peristiwa yang terjadi bisa menjadi motivasi untuk bangkit dan membuktikan diri menjadi yang terbaik. Di sambutan terakhir yang disampaikan oleh bapak kepala Komite madrasah, Dr, Kozin, M.Ag yang juga seorang dosen dan Kajur Pasca Sarjana, IAIN Tulungagung sekaligus alumni MTsN 6 Tulungagung mengatakan bahwa, harta yang dibelanjakan di jalan Alloh akan membawa kebaikan berkah dan bagi pemiliknya. Beliau berpesan kepada para guru dan karyawan untuk selalu menyisihkan hartanya untuk membantu anak yatim yang ada disekitar kita. Karena menyayangi mereka adalah perintah Alloh, seperti dalam firmanNya di surat ke 107, Al Maún, ayat 2. Semoga kita semua selalu dimudahkan untuk selalu berbuat baik di jalanNya, Aamiin. . .


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi