Day (2) Berbeda, why not?

 

"Kenapa ya, si A selalu begitu, pasti selalu beda dengan lainnya", ujar si B.

Pastinya kita sering banget mendengar "gunjingan" karena ada yang berbeda dengan lainnya. Keadaan ini dimungkinkan karena latar belakang kita yang dahulu kala diharuskan untuk "sama" dan satu suara. Padahal, berbedaan adalah rohmat. Alloh menciptakan perbedaan diantara kita untuk saling mengenal satu sama lainnya. Mengenal pribadi, sikap, sifat dan karakter yang tentunya berbeda-beda. Lantas, kenapa mesti "alergi" dengan perbedaan?. . .

Kalau kita membaca kisah orang-orang sukses diseluruh dunia, mereka berangkat dari sebuah perbedaan, baik itu berbeda cara pandang, cara berfikir, cara menyikapi  keadaan yang ada. Tentu saja keberhasilan mereka dibarengi dengan usaha dan kerja keras yang nyata. Mereka mewujudkan mimpi yang berbeda dari yang lain. Teringat kisah Alm. Ciputra, sosok pengusaha sukses, yang berangkat "perbedaan", berbeda cara menyikapi keadaan yang ada, ditengah keterbatasan, beliau pantang menyerah, disaat semua 'menerima' keadaan sebagai 'takdir', beliau tidak demikian. . . usaha dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Beliau adalah salah satu pengusaha sukses yang terkenal di Indonesia, bahkan di Asia.

Ada juga kisah  konglomerat terkaya se Asia, La Ka Shing. Kisah suksesnya diawali dari masa kecilnya yang sudah memikul tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga dan mengharuskannya putus sekolah disaat yang lain menyenyam pendidikan sekolah pada umumnya. Kerja kerasnya membuahkan hasil, diusianya ke 22, La Ka Shing membuka pabrik pertamanya. Cara pandang dan cara sikap beliau yang tidak menyerah dengan keadaan, mengantarkannya meniti puncak kejayaan dengan menjadi konglomerat terkaya se Asia. Tak pernah menyangka, pria paruh baya yang sukses ini dulunya adalah seorang tukang sapu disebuah pabrik.(sumber: https://www.liputan6.com/bisnis)

Masih banyak lagi, kisah inspiratif dari orang-orang sukses yang berani mengambil jalan yang "berbeda" disaat semua berjalan pada jalan yang sama. Berbeda bukanlah suatu "aib", senyampang pada koridor kebenaran, baik norma susila maupun norma agama. Ibarat sebuah kebun bunga apabila ditanami dengan bunga yang beraneka macam, maka akan menambah keindahannya.

Jangan takut untuk berbeda, karena perbedaan adalah rohmat dan jalan menuju kesuksesan, insyaalloh. . .

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi