Hari ke 4. Eh. Jadi!

 Menulis tidak gampang, memang iya. Karena itu, kenapa 4 kemampuan dalam berbahasa, menulis menjadi yang terakhir. Urutannya adalah, ,mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.  Semua orang mungkin bisa berbicara, namun tidak semua orang bisa menuliskan kata-kata.

 Salah satu problematika yang dihadapi oleh sebagian orang yang akan memulai membuat tulisan adalah “apa yang akan saya tulis?”. Mendapatkan ide, menjadi langkah penting dalam menuangkan pena kita, kalau sekarang ya . . . menggerakkan jari jemari diatas keyboard laptop/ andrioid. Sebenarnya ide itu bisa didapatkan dari kehidupan sehari-hari, dari melihat, mendengar bahkan dari pengalaman kita sendiri, akan bisa menjadi sebuah tulisan. Terlebih bagi seorang ibu seperti saya, tentunya banyak peristiwa atau kejadian yang bisa dijadikan bahan tulisan.

 Problematika menghadapi anak-anak dimasa pandemic dengan kegiatan daring saja sudah menyita sebagian energy kaum ibu, ditambah lagi kegiatan didapur yang saya yakin lebih “heboh” dari pada masa sebelum pandemi. Betapa tidak, saat sebelum pandemic, kegiatan didapur dilakukan di pagi hari, itupun tidak memasak, hanya menyiapkan makanan yang sudah dibeli di kios makanan dekat rumah saja untuk sarapan, kemudian berangat ke sekolah dan akan berkumpul lagi di sore hari. Tapi sekarang, kegiatan didapur menjadi rutinitas pagi, siang dan sore, bahkan malam hari. Disaat semua anggota keluarga berkumpul dirumah, maka hal yang selalu ditanyakan adalah, “mah . .  . bikin apa hari ini?, kemarin udah goring pisang, sekarang apa enaknya?’, walau dengan redaksi pertanyaan sekaligus ajakan yang berbeda-beda disetiap harinya,  namun intinya satu, bikin makanan. Ya sudahlah, asal anak-anak bahagia, ibu pasti akan dengan senang hati melakukannya.

 Sebenarnya keadaan ini patut disyukuri. Dibalik setiap musibah, Alloh akan menyisipkan hikmah. Apa ynag terjadi saat ini, bagi saya menjadi suatu berkah. Selama ini, kami jarang bisa berkumpul bersama dari pagi sampai pagi lagi, kecuali hari ahad, tapi sekarang sudah hamper 7 bulan kebersamaan ini terjalin. Saling bercanda, bercerita apa saja dan melakukan sesuatu bersama-sama.

 Terbuktikan! Menulis itu tidak sulit. .  dari satu kejadian saja sudah jadi tulisan ini, padahal masih banyak yang bisa dituturkan dari kejadian sehari-hari. Mestinya para ibu punya segudang cerita dibandingkan yang lain. Yang pasti, saat niat kita untuk memulai sudah ada, maka paksakan diri kita untuk mewujudkan niat itu, insyaalloh bisa.

Ayo mulai dari sekarang, dari hal-hal yang kita tahu,  nantinya pasti akan terbiasa. Sesuatu yang pertama pastinya terasa berat, namun patut untuk dicoba. Semoga Alloh memudahkan jalannya . . .

 

#semuaberawaldaribelajar

#semuapastibisa.)

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi