Menulis
tidak gampang, memang iya. Karena itu, kenapa 4 kemampuan dalam berbahasa,
menulis menjadi yang terakhir. Urutannya adalah, ,mendengarkan, berbicara,
membaca, dan menulis. Semua orang
mungkin bisa berbicara, namun tidak semua orang bisa menuliskan kata-kata.
Salah
satu problematika yang dihadapi oleh sebagian orang yang akan memulai membuat
tulisan adalah “apa yang akan saya tulis?”. Mendapatkan ide, menjadi langkah
penting dalam menuangkan pena kita, kalau sekarang ya . . . menggerakkan jari
jemari diatas keyboard laptop/ andrioid. Sebenarnya ide itu bisa didapatkan
dari kehidupan sehari-hari, dari melihat, mendengar bahkan dari pengalaman kita
sendiri, akan bisa menjadi sebuah tulisan. Terlebih bagi seorang ibu seperti saya,
tentunya banyak peristiwa atau kejadian yang bisa dijadikan bahan tulisan.
Problematika
menghadapi anak-anak dimasa pandemic dengan kegiatan daring saja sudah menyita sebagian
energy kaum ibu, ditambah lagi kegiatan didapur yang saya yakin lebih “heboh”
dari pada masa sebelum pandemi. Betapa tidak, saat sebelum pandemic, kegiatan
didapur dilakukan di pagi hari, itupun tidak memasak, hanya menyiapkan makanan
yang sudah dibeli di kios makanan dekat rumah saja untuk sarapan, kemudian
berangat ke sekolah dan akan berkumpul lagi di sore hari. Tapi sekarang,
kegiatan didapur menjadi rutinitas pagi, siang dan sore, bahkan malam hari. Disaat
semua anggota keluarga berkumpul dirumah, maka hal yang selalu ditanyakan
adalah, “mah . . . bikin apa hari ini?,
kemarin udah goring pisang, sekarang apa enaknya?’, walau dengan redaksi
pertanyaan sekaligus ajakan yang berbeda-beda disetiap harinya, namun intinya satu, bikin makanan. Ya
sudahlah, asal anak-anak bahagia, ibu pasti akan dengan senang hati
melakukannya.
Sebenarnya
keadaan ini patut disyukuri. Dibalik setiap musibah, Alloh akan menyisipkan
hikmah. Apa ynag terjadi saat ini, bagi saya menjadi suatu berkah. Selama ini,
kami jarang bisa berkumpul bersama dari pagi sampai pagi lagi, kecuali hari
ahad, tapi sekarang sudah hamper 7 bulan kebersamaan ini terjalin. Saling
bercanda, bercerita apa saja dan melakukan sesuatu bersama-sama.
Terbuktikan!
Menulis itu tidak sulit. . dari satu kejadian
saja sudah jadi tulisan ini, padahal masih banyak yang bisa dituturkan dari
kejadian sehari-hari. Mestinya para ibu punya segudang cerita dibandingkan yang
lain. Yang pasti, saat niat kita untuk memulai sudah ada, maka paksakan diri
kita untuk mewujudkan niat itu, insyaalloh bisa.
Ayo
mulai dari sekarang, dari hal-hal yang kita tahu, nantinya pasti akan terbiasa. Sesuatu yang
pertama pastinya terasa berat, namun patut untuk dicoba. Semoga Alloh
memudahkan jalannya . . .
#semuaberawaldaribelajar
#semuapastibisa.)
Komentar
Posting Komentar