Pede Boros! Tagur hari ke: 14
Ungkapan
“Pede boros” saya dengar saat melihat para
youtuber membuat content/ Vlog untuk mendulang subscriber
di dunia maya demi mengumpulkan pundi-pundi. Sepertinya hamper semua kalangan,
baik anak-anak, remaja, sampai orang dewasa lagi demam nge-vlog. Tidak
mengherankan sih, apalagi saat content tersebut diunggah di you tube mampu
mendulang ribuan, bahkan jutaan subscriber. Wow, dengan sendirinya uang akan
mengalir deras ke rekening pribadi. (soal berapanya, coba searching di Google
ya..) Itu sah-saja saja sih, selagi tidak menyakiti dan merugikan orang lain.
“Pede
boros” menjadi julukan bagi seseorang yang memiliki tingkat
percaya diri yang tinggi. Menurut saya, percaya diri itu suatu anugerah, karena
tidak semua orang memilikinya. Coba perhatikan orang-orang di sekeliling kita.
Mereka yang memiliki tingkat percaya diri tinggi akan lebih menonjol dan
berhasil di bidangnya. Percaya diri ini sebagai modal awal untuk menciptakan
keberhasilan. Teringat kata-kata bijak dari Ary Ginanjar, seorang motivator
Indonesia juga pendiri ESQ Leadership Center (bisa dicari di google apa itu
ESQ) mengatakan “Tidak ada orang percaya padamu hingga kamu percaya dirimu
sendiri”. Saya setuju dengan beliau, kepercayaan pada diri sendiri menjadi kunci
kita untuk membangun kepercayaan orang lain. Bagaimana orang-orang akan
mengetahui kemampuan kita jika kita sendiri tidak cukup percaya diri
menunjukkan kemampuan kita.
Terkait
dengan kegiatan literasi ini, kita harus percaya diri dengan tulisan yang sudah
kita buat untuk diunggah di media social. Terlepas dari anggapan dan penilaian
orang tentang baik dan buruk, seyogyanya patut berbanggalah atas hasil karya
kita. Tidak semua orang berani melakukan seperti apa yang sudah kita lakukan.
Masih banyak penulis egois -mengutip tulisan Pak Mahfud- yang menulis hanya
untuk dirinya sendiri. Padahal sebenarnya tulisan mereka bagus. Saya saja merasa
percaya diri atas apa yang sudah saya lakukan ini. Ya meskipun tulisan saya amburadul
dan masih jauh banget dari kata baik, setidaknya saya sudah berani mencoba
untuk keluar dari keterbatasan yang saya buat sendiri. Saya juga yakin, dengan
berjalannya waktu semua akan menjadi lebih baik asalkan tidak berhenti belajar.
Jangankan saya, Pak Eko Prasetyo, pemred Media guru itu bisa menjadi penulis
handal seperti sekarang tentunya karena memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk
menunjukkan karyanya dan mau terus belajar. Nggak percaya? Coba tanyakan kepada
beliau.
Segala
sesuatu yang awal memang akan terasa berat. Dengan berani mencoba dan terus
belajar maka semuanya akan menjadi mudah. Intinya, percaya pada diri sendiri
bahwa kita bisa mewujudkan mimpi-mimpi kita. Tentu saja harus dibarengi kerja
nyata juga do’a, agar keberhasilan bisa membawa berkah bagi kita semua, Aamiin

Komentar
Posting Komentar