Tabligh Akbar di lapangan madrasah
Kemeriahan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di MTsN 6 Tulungagung terlihat sangat jelas. Dari awal acara sampai paripurna, terlihat wajah-wajah yang sangat antusias mendengarkan mauidhoh hasanah dari mubaligh asli Tulungagung, KH Muhammad Yasin Bisri, S.Sos.I.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Madrasah, ibu Sri Utami, M.Pd.I, dalam mengawali rangkaian peringatan Maulid Nabi yang mengambil tema "Meneladani Rasul saw. sebagai Figur yang Sopan dalam Bertindak, dan Santun dalam Bertutur". Dan disiapkan secara langsung melalui Channel YouTube MTsN 6 Tulungagung.
Nabiyulloh Muhammad saw. adalah sosok panutan sekaligus pencerah dari kegelapan jaman di era jahilliyah. Beliau adalah Mataharinya dunia, yang bersinar di atas cahaya. Dalam riwayat, saat kelahiran beliau, bulan bersinar sangat terang, dan semua alam menyambut kehadiran beliau didunia. Meskipun berabad jarak memisahkan kita, namun umat beliau selalu merindukan kehadirannya. Betapa sayangnya Nabi kepada umatnya, hoingga di akhir hayat beliau, kita disebut sebanyak tiga kali, ummatii . . . ummatii . . . ummatii.
Beliau berkorban menahan rasa lapar, demi ummatnya agar tidak merasakan lapar. Beliau bersujud di hadapkan Alloh, untuk meminta hak istimewa, agar bisa memberi syafaat kelak di hari akhir, dan baginda Nabi akan menunggu kita di tepi telaga Kautsar demi.menghilangkan rasa dahaga kita nanti di pandang Masyar. Masya Alloh . . . betapa sayangnya baginda Nabi kepada kita, ummatnya.
Tak salah jika KH. Muhammad Yasin Bisri, berpesan kepada yang hadir pada Tabligh Akbar tadi, untuk selalu meneladani semua perbuatan Nabi, karena barang siapa yang mengikuti Sunnah baginda Nabi maka dialah ummatnya.
Semoga kita semua bisa selalu menjaga dan mengikuti sunnah-sunnah Baginda Nabi, dan tergolong ummatnya, kelak mendapatkan syafaatnya di yaumil Qiyamah, aamiin . . .
Sollu 'alannabi Muhammad . . .








Komentar
Posting Komentar