Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Welcome 2021 (Muhasabah Diri)

Gambar
  Welcome 2021 (Muhasabah Diri) Oleh :Umi Maghfiroh   Beberapa saat lagi tahun Masehi akan berganti. Semua suka cita pasti akan mengiringingya, terutama yang telah memiliki rencana besar yang akan mengubah hidupnya, seperti rencana pernikahan, kelahiran atau yang lainnya. Sungguh, moment pergantian tahun akan menjadi moment istimewa. Bagi saya, akhir tahun menjadi waktu untuk merenungkan semua perjalanan hidup pada tahun kemarin. Apakah rencana yang ingin dicapai pada tahun ini sudah terwujud. Pun, merenungkan, untuk menata satu tahun ke depan, pencapaian apa yang diharapkan. Namun, perlu diingat, sebaik apapun rencana kita, ada Maha Perencana yang terbaik yang akan menata indah hidup kita. Apa yang belum kita dapatkan tahun ini, bukan berarti Dia tidak mengabulkan do’a kita, tapi, memeng inilah yang terbaik bagi kita.   Seringkali, saat segala munajat sudah kita langitkan, usaha sudah kita giatkan, namun harapan tak sesuai dengan kenyataan, kita sedikit ‘menggu...

SANG INSPIRATOR, itu IBUKU . . .

  SANG INSPIRATOR, itu IBUKU . . . Oleh : Umi Maghfiroh Aku bangga menjadi anak dari ibuku. Meskipun beliau tidak berpendidikan tingga seperti ke tiga putrinya namun karena beliaulah kami bisa begini. Aku teringat saat masih MTs, aku jauh dari ibuku. Aku sekolah sambil mondok di Jombang. Pernah aku protes kepada ayahku, kenapa ibu tak pernah ikut saat menjengukku, ayah selalu bilang kalau ibu lagi sibuk. Belakangan aku baru tahu alasan kenapa ibuku tidak pernah ikut, karena ibu tidak tega denganku. Beliau selalu menangis saat harus meninggalkanku di pondok. Betapa hati ibu selalu menangis saat kangen kepadaku. Pernah ibu meminta ma’af atas kejadian itu. Kini aku tahu bagaimana rasanya harus berpisah dengan putri tercinta, karena saat ini putriku tercintaku sedang berada dimana aku dulu berada. Ibuku adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki katrampilan yang tidak dimiliki oleh sembarang orang. Ya, ibuku seorang penjahit. Ketrampilan beliau ini membuatnya sibuk. Apalagi ib...

Aku bukan mereka

Gambar
  Aku bukan mereka  Oleh: Umi Maghfiroh Sisca, baru pulang kerja. Dia bekerja di sebuah Bank swasta. Perempuan cantik, berkulit putih bak model itu benar-benar perempuan idaman. Sebelum masuk rumah, dipandanginya rumah yang ada diseberang jalan.  Tetangga yang baru 1 ,minggu  menempati rumah itu telah menyita perhatiannya. Lelaki ganteng yang selalu melontarkan senyum manis dan menyapa dengan hangat saat berpapasan dengannya, telah mengganggu pikirannya.  Entah kenapa Sisca merasa kali ini dia jatuh cinta pada pandangan pertama. Bagaikan seorang detektif, Sisca seringkali memata-matai tetangganya itu dari lantai atas rumahnya. Dia hafal betul kapan lelaki itu  berangkat kerja, pulang kerja, jogging pagi maupun sore, bahkan waktu dia keluar rumah untuk hal lainnya. Tak jarang adeknya, Mario, yang tinggal dengannya memergokinya sedang memandang lelaki tampan tersebut. Pagi itu, Sisca berada di balkon rumahnya dengan gawai ditangan terlihat membidikkan kamera ...