Sisa-sisa kemarin.

 @Kolom

Meskipun hari Pahlawan telah berlalu, namun entah mengapa saat saya menbaca draft MC yang saya bacakan kemarin sewaktu apel pagi, membuat saya munulis rasa . . .

Pahlawanku Sepanjang Masa, tema hari Pahlawan kali ini mempunyai makna yang dalam menurut saya. Perjuangan para pahlawan yang mempertaruhkan segala yang dipunya, harta benda juga nyawa, menunjukkan rasa nasionalis yang luar biasa dan menunjukkan semangat bela negara yang tak bisa dipandang sebelah mata. Selayaknya, sebagai penerus bangsa yang menikmati hasil perjuangan para pahlawan, kita harus mengenang perjuangan mereka dalam berkarya dan meneruskan perjuangan mereka di kancah dunia. Setiap perjuangan pasti dibutuhkan pengorbanan. Setiap kesuksesan pasti dibutuhkan totalitas.

 Menelisik kisah sukses yang pernah saya tahu, baik membaca dan mendengar, semangat dan kerja keraslah yang selalu menjadi faktor dominan. Tak peduli dengan segala cibiran, tak peduli dengam hinaan, bangkit dan bangkit lagi ditengah kegagalan yang terus berulang, menjadi kuncinya. Seperti para pahlawan yang memperjuangkan cita-cita bangsa kita, Merdeka.

 Merdeka, apa iya. . . .

Menurut saya, perjuangan belum selesai. Walaupun penjajah sudah dihalau dari bumi pertiwi, namun mereka datang lagi. Bukan penjajahan secara fisik, namun penjajahan secara moral yang lebih mengkhawatirkan! Kepungan pengaruh budaya timur yang luar biasa dampaknya bisa kita lihat disekeliling kita. Ditambah teknologi yang semakin memanjakan kita semua. Sebenarnya bukan budaya dan teknologinya yang salah, kita tidak bisa membendung atau menahannya, namun manusianyalah yang harus disiapkan dalam menerima segala perubahan yang di bawanya. Terutama  generasi  anak-anak kita.

 Perjuangan orang tua semakin luar biasa demi menjaga mereka. Berkaca pada kasus yang terjadi pada anak-anak  baik yang di tayangkan media sosial ataupun televisi, membuat hati ini resah. Seperti kasus yang lagi viral, tantang video asusila seseorang yang diduga mirip artis, ternyata sudah beredar luas didunia maya. Kekhawatiran akan efek yang terjadi saat video itu dilihat anak-anak. Ya Alloh. . . disatu sisi gawai sudah menjadi kebutuhan primer disaat seperti ini, dengan dalih pembelajaran daring--padahal terkadang itu hanya sebuah alasan untuk mereka agar leluasa menggunakannya tanpa terjeda oleh orangtua-- disisi yang lain, gemburan konten yang tidak semestinya dilihat mereka saat berselancar dengan mesin pencarian untuk mengerjakan tugas yang dirasa sulit dijawab tanpa mau membaca buku.


Sebenarnya kita harus terus berjuang, kita belum merdeka. . . terutama dari penjajahan budaya dan kecanggihan teknologi yang di hasilkan oleh akal manusia. . . . Bersikap bijaksana dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada harus didahulukan. Jangan sampai lengah untuk terus mengawasi mereka. Selebihnya, serahkan kepadaNya. . . semoga selalu menjaga anak-anak kita.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi