Pentigrah: Bubur Kacang Ijo Oleh:Umi Maghfiroh

 @Pentigraf

Bubur Kacang Ijo

Oleh:Umi Maghfiroh

Makan besar menjadi kebiasaan kami para ibu guru di sekolah  dalam mengawali hari sebelum mengajar. Jangan salah faham dulu, makan besar maksudnya bukan makan dengan menu yang banyak tapi makan bareng dengan banyak teman. Apakah kami tidak sarapan  sebelum berangkat? Betul, terkadang kami tidak sempat sarapan karena mengejar waktu pinger agar tidak telat, jadi sarapan dibawa ke sekolah dan dimakan bareng. Tak terbayang enaknya. Terkadang saat makan dirumah dengan menu yang sama, terasa berbeda. Kenangan itulah yang menjadikan kami ingin segera semua berjalan seperti biasa. Tentu saja rasa kangen kami terhadap anak-anak yang utama, bercerita, bercanda mendengarkan celoteh mereka.

Pagi itu kebetulan ada beberapa teman yang datang ke sekolah, mungkin karena kangen atau mengambil tugas yang sudah terkumpul. Minggu ini saat kami membagi rapot PTS. Jadi kami  masuk bergiliran sesuai pembagian kelasnya.

Saat yang lain masuk ke kelas untuk membagi rapot PTS, saya beserta lima guru sedang berada di ruangan. Ajakan makan yang dilontarkan salah satu dari kami, langsung disambut gembira. Senjata kami siapkan, sendok! Sudah menjadi rahasia umum, setiap guru pasti punya senjata itu. Menu pertama adalah nasi dan oseng kates, tanpa menunggu lama senjata kami menari-nari diatas piring. Kemudian dia mengeluarkan menu selanjutnya, tahu bakso, sama ludesnya. Menu penutupnya adalah bubur kacang ijo yang hem. . . .Kalau  dilihat bentuknya sih seperti kolak namun agak kental, mungkin kurang lama mengaduknya. Ndak papa lah, tetap enak. Semua menikmati buburnya kecuali satu teman cantik kami yang terlihat bingung dan bertanya "Endi bubure?".Hik!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi