Panakut

 @pentigraf

Oleh: Umi Maghfiroh

 

Sholat Magrib dan subuh berjamaah di musolla dekat rumah menjadi kebasaan kami. Sambil jalan biasanya kami bercerita tentang banyak hal. Mulai dari cerita pertemuan kami dulu yang sangat dramatis, cerita tentang anak-anak juga kadang tetangga  depan rumah yang unik bagi kami, nggak papalah nanti dosa gibahnya langsung di hapus setelah sholat, he he he. Musolla tersebut milik keluarga pak lurah yang saat ini sedang menjabat, Pak Toha. Beliau sendirilah yang menjadi imamnya.  Saat sore hari, musolla tersebut digunakan untuk mengaji anak-anak, termasuk anak kami. Semoga keluarga beliau mendapat pahala atas kebaikan tersebut, Aamiin.

 Hari itu, suamiku sedang ada urusan sejak sore. Saat kumandang adzan magrib beliau belum datang, Jadilah saya berangkat sendiri. Tetangga belakang rumah yang biasanya berangkat berbarenganpun tidak kelihatan, mungkin lagi ada urusan.


Berangkat bersama-sama dengan jama’ah yang lain sangatlah syahdu. Walau hanya sekedar menanyakan kabar namun terasa sekali keakrabannya. Sore itu jadilah saya berangkat sendirian.. Do’a saya rapalkan sejak keluar rumah. Jujur, saya termasuk wanita yang penakut. Bukan apa-apa, tapi bagi saya lebih baik berurusan dengan ular atau sejenisnya dari padamakhuktak kasat mata. Pada saat berangkat semuanya baik-baik saja, tapi saat pulang, saya mencium bau wangi. Serta merta bulu kuduk merinding, waduh! Keesokan paginya, saat kami berada dikebun, saya ceritakan kejadian semalam. Beliau hanya tersenyum sambil menunjuk bunga yang ada dipojokan kebun kami dan memintaku mencium baunya, Yaa Alloh . . . bunga sedap malam ini persis dengan bau yang tadi malam aku cium. Plong!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi