Merinding

 @Pentigraf


Malam itu semua sedang berkumpul di kamarnya Rafa, anak kami yang  berumur 9 bulan dan lagi lucu-lucunya. Dialah yang jadi bintang disetiap pertemuan keluarga. Setiap tamu berkunjung ke rumah bisa dipastikan selalu berkumpul di kamarnya Rafa. Sebenarnya itu kamar tidur kami juga. Entah kenapa Rafa lebih senang di dalam kamar dibandingkan beberapa ruangan di kamar kami. Kami desain ruang tidur itu ramah anak-anak. Lantai kamarnya kami beri kasur bulu agar si Rafa bisa bermain dan bergerak dengan leluasa.

Sudah tiga hari keluarga mas Anton-- kakaknya mas Donny, suami saya -- bertamu ke rumah kami. Mereka berkunjung untuk menjenguk Rafa, karena saat Rafa lahir mereka tidak bisa datang. Jadilah sekarang ada penyerbuan ke maskas kami, he he he

Setelah makan malam, semua berkumpul di kamar Rafa. Bermain bersama Rafa menjadi agenda wajib bagi Dinda, Alfan dan Kinan, setiap pagi, siang, sore maupun malam. Kebetulan malam ini adalah malam terakhir mereka di rumah kami. Sehingga kamar kami ramai dengan teriakan  mereka di tambah gelak tawa Rafa. Ditengah mereka bercanda, tiba-tiba Rafa terdiam dan melihat ke arah pintu kamar. Dengan suara menggeram, dia menunjuk ke arah pintu, seakan melihat sesuatu, dan semua terdiam dengan kejadian ini. Saya yang menyadari bahwa anak kecil bisa melihat makhlus halus langsung merinding dan sedikit takut. Ku pandangi mas Donny yang terlihat tenang dan menenangkan Rafa, "Yuk Raf, kita usir hantunya biar keluar dari kamar Rafa ya. " kata mas Donny sambil menggendong Rafa menuju pintu kamar. Setelah mendekati pintu kamar, tangan Raffa meraih-raih  wayang kecil hadiah dari kakeknya yang berada di balik pintu sambil tertawa gembira. Uff.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi