Mengenang Sejarah
Memory. . .
Salah satu berita yang sempat membuat shock dan ngeri adalah kabar akan dihapuskannya mata pelajaran sejarah dari kurikulum pendidikan di Indonesia. Namun, Alhamdulillah. . mas menteri mengklarifikasi bahwa berita tersebut tidak benar adanya.
Terbayang betapa luarbiasanya efek dari penghapusan sebuah sejarah. Bagaimana kita bisa bergerak maju apabila kita tidak mengetahui cerita sejarah dibelakang. Evaluasi yang kita lakukan selalu berpijak dari masa lalu. Sebelum keputusan kita ambil, langkah terbaik adalah menengok, menganalisa,dan menyimpulkan kejadian yang dianggap "gagal" dimasa lalu untuk kemudian mengambil sikap dimasa yang akan datang.
Teringat pesan presiden pertama RI, bpk. Ir. Sorkarno dalam sebuah pidatonya, "bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya". Lantas, bagaimana kita bisa tahu dan. mengenal para pahlawan yang berjasa pada negri ini, jika cerita sejarah perjuangannya hilang? bagaimana kita bisa " menghargai" bangsa ini, jika cerita sejarah kemerdekaan negri ini, yang didapatkan dengan bertaruh harta dan nyawa dihapuskan?
Salah satu sejarah yang harus diketahui oleh para generasi muda kini adalah, "sejarah hari ini, 30 September". Dihari ini, beberapa tahun yang lalu, telah terjadi peristiwa dahsyat yang dilatarbelakangi oleh sebuah pengkhianatan dari segerombolan orang yang berideologi Komunis (PKI). Mereka bermaksud memberontak pada pemerintahan syah saat itu dengan mengadakan pembantaian para prajurit terbaik negeri ini. Berusaha mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis yang sangat tidak cocok dengan adat, budaya dan mayoritas agama di Indonesia. Mereka mengadakan pemberontakan sebanyak 3 kali, pada tahun 1927 (Sumatra) , 1948 (Madiun) , dan 1965 (Jakarta) yang kesemuanya Alhamdulillah tidak berhasil.
Pada aksi yang ke 3, tahun 1965, mereka menganggap bahwa para prajurit terbaik negri ini, dianggap menjadi penghalang dalam aksinya. Akhirnya mereka disiksa dan dibantai, kemudian di masukkan dalam sebuah sumur tua, yang sekarang kita kenal dengan "lubang buaya".
Ke 7 Pahlawan Revolusi tersebut adalah:
1. Jenderal TNI Ahmad Yani.
2. Letnan Jenderal R. Suprapto.
3. Letnan Jenderal M.T. Haryono.
4. Letnan Jenderal S Parman.
5. Mayor Jenderal D.I. Pandjaitan.
6. Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo.
7. Kapten Pierre Tendean.
Alhamdulillah, dari peristiwa tersebut ada 1 jendral yang selamat atas izin Alloh, yakni Jendral A.H Nasution yang menjadi saksi sejarah atas kebiadaban PKI.
Bisa dibayangkan, apabila pelajaran sejarah bangsa ini dihapuskan, dari mana kita tahu jati diri bangsa ini????
Dihari ini pula, 30 tahun yang lalu, angkatan kami menorehkan cerita Nobar bersama di bioskop TT, yang sekarang sudah menjadi Barata, yah. . . saat itu kami menyaksikan film sejarah kelam bangsa ini karena sebuah pengkhiatanan. . . film G 30s/PKI. Film ini, akan diputar hari ini juga pada pukul 21.00 di TV One.
Wahai generasi muda. . . sadar dan tetap waspada akan bahaya laten Komunis (PKI) dinegeri ini. Pancasila adalah ideologi yang paling sesuai untuk Indonesia, karena didasari oleh keragaman suku bangsa, budaya dan agama bangsa kita.
Walaupun hari ini tidak ada upacara untuk mengenang peristiwa itu, namun semoga kita bisa meluangkan waktu sejenak untuk mengheningkan cipta dan berdo'a bagi para pahlawan dan bagi bangsa ini, dengan harapan peristiwa tersebut tidak akan terulang lagi.
Semoga arwah para pahlawan revolusi khususnya, dan para pejuang bangsa ini umumnya, diterima Alloh SWT dan mendapatkan balasan yang terbaik, aamiin

Komentar
Posting Komentar