Investigasi: Penjara Surganya Narkoba

 @ Opini

Hari Jum'at, 6 Nopember 2020,setelah mengerjakan tugas ke 4 pada pada pelatihan daring di e guru, saya melihat acara di TV One yang bertajuk Investigasi. Ada fakta yang sangat mengejutkan saya, sungguh! Penjara, sebuah tempat yang seharusnya menjadikan tempat pertobatan atas segala kesalahan, baik yang sengaja maupun tidak--menurut keputusan pengadilan--beralih fungsi sebagai tempat kejahatan berkelanjutan (TKB), Betapa tidak, mereka yang mendapat  kesempatan untuk merenungkan kesalahan ternyata semakin jauh tenggelam pada kesalahan yang sama. Berdasarkan rekaman yang ditunjukkan pada program acara tersebut, nara pidana bisa mendapatkan narkoba dengan mudah dan bebas. Bahkan ada Apotik Narkoba di dalam penjara. Tempat ini menjadi pusat peredaran narkoba di dalam sel penjara. Tempat sempit yang disulap menjadi tempat yang mirip dengan bar, lengkap dengan aksesoris lampu kelap-kelip dan musik kerasnya itu menjadi tempat yang nyaman untuk bertransaksi dan  mengkonsumsi narkoba. Tak perlu dijelaskan bahaya narkoba bagi kesehatan juga masa depan. Pertanyaan saya, kalau penjara sudah tidak bisa membikin jera, lantas apa?

Kasus Narkoba yang semakin marak, tidak hanya kaum dewasa dan remaja, namun  merambah kepada anak-anak usia sekolah juga. Dan ini menjadi bayang-bayang buruk bagi orang tua. Masih pada acara yang sama, satu kasus ditemukan di Jawa Tengah, tepatnya Tegal dan Semarang, ada permen yang berbentuk gel dan mengandung zat kimia yang biasanya ada di dalam tembakau rokok jenis Gorilla, cannabinoid sintetis, yaitu zat buatan yang mempunyai efek seperti ganja (cannabis)(dr, M. Dejandra Rasnaya, 29 Juni 2019) Jajanan ini biasa di konsumsi oleh anak-anak. Beberapa efek dari tembakau tersebut adalah 1) Kerusakan paru-paru 2) Kerusakan Ginjal, 3) Menurunkan kinerja otak. (https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3629333/4-efek-tembakau-gorila-pada-kesehatan). Yang terakhir ini lah yang akan merusak masa depan anak-anak. Bagaimana mungkin mereka bisa berfikir secara maksimal bila kinerja otaknya sudah menuruh. Kan itu jika dikonsumsi terus menerus? Stop! Jangan biarkan hal itu terjadi! Mencegah lebih baik dari pada mengobati.  Perlu disadari, ternyata bahaya narkoba ini benar-benar sudah mengepung dari segala arah. Lantas apa yang harus orang tua lakukan?

Pertanyaan itu yang pasti muncul di pikiran para orang tua. Yang pasti membekali anak dengan pengetahuan tentang bahaya narkoba harus dilakukan. Mengawasi pergaulan mereka, mulai dari lingkungan sekolah, teman bermain juga tempat mereka berkumpul dengan temannya harus dilakukan. Memilih dan memilah teman-temannya, karena lingkungan sangat berpengaruh pada pembentukan perilaku mereka. Seperti peribahasa jawa yang sering kita dengar bahwa "galangan kalah karo golongan". Artinya dengan siapa dia bergaul maka begitulah karakter yang alan tercipta, meskipun orang tua telah membekali dengan kebaikan. Maka, mengenal teman mereka, jika perlu kenali juga orang tuanya. Dengan begitu kita bisa mengantisipasi segala kemungkinan dengan mendeteksi lebih dini.

Dengan bersikap layaknya teman kepada mereka, mungkin akan membuat mereka lebih nyaman untuk  terbuka dengan segala permasalannya. Tidak mencari pelampiasan yang salah. Berikan alasan kepada mereka agar mereka merasa aman dan nyaman saat menceritakan segala permasalahannya kepada kita sebagai orang tuanya. Keluarga adalah kunci utama dalam menangkal semua pengaruh tidak baik dari luar. Sebagaimana Perintah Alloh pada Al Qur’an Surat At Tahrim ayat:6. untuk selalu menjaga keluarga dari api Neraka,

Semoga anak-anak kita terhindar dari pengaruh buruk dan bahaya narkoba. Dan semoga Alloh selalu melindungi kita sekeluarga dimanapun berada, Aamiin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi