HGN 2019
"Selamat Hari Guru"
Bahagia rasanya untuk semua guru di hari ini, termasuk saya, karena diberi kesempatan untuk merayakan hari kelahiran. Berapapun lamanya dalam mengabdikan ilmu bukanlah menjadi patokan untuk mengukur sebuah keberhasilan, saya yakin. . . bapak/ibu guru semua pastinya belum merasa puas dalam mentransfer ilmu, membimbing dan mendidik anak-anak kita.
Dengan banyaknya preseden buruk didunia pendidikan membuat ada tanya besar yang menyeruak dalam benak, apa yang sebenarnya terjadi? Tidakkah disadari bahwa ada yang salah dalam siklus pendidikan yang berkaitan dengan alur dan peran masing-masing?
Pendidikan tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru di sekolah, karena pendidikan anak adalah tanggung sepenuhnya dari orang tua. Guru sebagai pembantu sementara saat anak-anak berada disekolah yang sangat terbatas kewenangannya. Apalagi hari ini guru dihadapkan pada ranah hukum saat 'kewajibannya' dalam mendidik dan membimbing anak dijalankan.
Sangat terasa bagi guru bahwa degradasi moral dan etika mulai meluntur. Seakan tidak ada batas lagi antara guru dan murid, orang tua dan anak. Adab, kesopanan dan tawadlu' yang dulu sangat diagungkan hanya menjadi subuah 'cerita menarik' yang sering di kisahkan untuk menarik simpati pendengar, namun akhirnya berakhir menjadi sebuah retorika belaka tanpa ada jejak yang nyata.
Semua tentunya sudah memberikan yang
terbaik
. Dengan segala upaya yang ada dan disertai kepasrahan kepada illahi robbii. . . berharap semua langkah mendapat kemudahan.Pidato dari Mendikbud yang baru, serasa bagaikan angin syurga yang sejuk menerpa. Keletihan yang sering dirasakan oleh para guru selama ini seakan-akan terobati dengan empati yang disuarakan bpk Menteri lewat sambutannya. Yang terbersit dalam benak saya, semoga apa yang 'hilang' bisa dikembalikan. Pendidik tidak berkutat dan disibukkan dengan kegiatan administratif yang menyita banyak waktu dan energi. Terkadang hasil dari administratif itu menjadi tumpukan putih yang menggunung yang entah untuk apa nantinya. . .
Entahlah. . . .
Semua yang terjadi adalah sebuah misteri. Bertolak dari kejadian yang ada. . . Flashback ke belakang menjadi sebuah pilihan bijak untuk menentukan langkah kedepan . . . apakah yang sudah diberikan dilandasi dengan keikhlasan lillah. . . dan apakah yang sudah dilakukan benar-benar sesuai dengan ketentuan, dan yang tak kalah pentingnya, apakah yang sudah kita terima sesuai dengan apa yang seharusnya kita berikan. . . hallalan toyyiban adalah jembatan kita untuk menjemput ridlo dan barokahNya, aamiin. . .





Komentar
Posting Komentar