Berproses bersama waktu.

 


Hidup ini adalah sebuah proses. Proses untuk belajar menjadi lebih baik. Belajar untuk memantaskan diri menerima segala Rohman dan RohimNya. Kita semua pasti ingin menjadi pribadi yang bisa membawa manfaat bagi sesama, karena salah satu ciri manusi terbaik menurut Rasululoh adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Kebermanfaatan manusia bagi lainnya menjadi alasan kita untuk meng-up grade kemampuan. Karena setiap manusia dikaruniai keistemewaan. Melakukan kebaikan semampu kita. Memberikan yang terbaik disetiap perbuatan. Tentu saja dalam perjalanan menuju lebih baik tidak akan bisa dilepaskan dari kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Manusia tempatnya salah dan lupa. Sering sekali kita dengar perkataan ini. Benar. Sebagai makhluk Alloh yang di bekali akal, terkadang masih saja melakukan kesalahan. Lumrah. Tentu saja. Manusia bukan malaikat yang tidak pernah lupa. Namun, setiap kesalaham yang telah kita perbuat seyogyanya mampu menjadi spion untuk berkaca, agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi. Teringat lagunya Bang Haji Rhoma Irama yang berjudul Kehilangan Tongkat, "Orang yang baik bukan yang tidak pernah melakukan kesalahan. Tapi yang menyadari kesalahannya dan memperbaikinya. ."(bacanya biasa saja, ndak usah dilagukan).

Bangkit dari kesalahan harus segera dilakukan. Jangan biarkan kesalahan yang kita perbuat menjadi tembok besar yang akan. menghalangi semangat kita untuk berjuang menggapai kesuksesan. Berproses bersama. Saling menguatkan, mengingatkan dan mendo'akan menjadi kekuatan dasyat menuju jalan kebaikan. Tetap semangat. Semoga Alloh memudahkan jalannya. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi