Anakku




3 September kemarin kami mengantarkanmu kembali untuk melanjutkan perjuanganmu. Hari ini, genap 30 hari kita berpisah untuk sementara. Biasanya, pada hari Jum'at atau ahad di minggu pertama atau minggu ke tiga, kami mengunjungimu. Kali ini, kebiasaan itu harus berubah. Bukan berarti kami tak lagi merindu, karena adanya

"pembatas" yang sampai sekarang masih enggan untuk menghilang, Yaa Alloh. . . panggil secepatnya makhluq kecilMu yang tak kasat ini kembali dalam genggamanMu, aamiin. . .
Seminggu yang lalu, kami menerima pesan electronic dari WA grop yang ditulis Umikmu, tentang waktu sambangan yang dibatasi 30 menit saja. Ketika hal itu kita diskusikan ditelepon, apa jawabmu, "mah. . . waktu sambang niku lo cuman 30 menit, mboten nyaman mangke pas ngobrol, mendingan mboten usah sambang mawon, perjalanan dari rumah lo 2 jam, sayang kan, syarate harus ada surat kesehatan saking dokter kan? pun to, mboten usah sambang mawon, benjing lek sampun normal mawon", betapa nelangsanya hati ini saat mendengarnya, begitu 'mengertinya' dirimu menerima dan memahami keadaan ini. . .
Teringat setahun kemarin, saat kamu menjadi santri baru. Kamu meminta kami untuk mengunjungimu setiap minggu. Hal itu kami lakukan demi membuatmu nyaman, maklumlah, 11 tahun kamu dalam pelukan kami, dan harus beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali berbeda.Namun kini, engkau sudah bisa menikmati kehidupanmu. Gelak tawamu, candaanmu ditelepon membuat kami bahagia. Tak ada lagi isak tangis yang mengharu biru seperti waktu dulu. Anakku, perjuanganmu kini akan membuatmu mengerti kerasnya hidup ini, engkau akan diajari untuk mandiri, mencari solusi dan akan lebih menghargai setiap peristiwa yang terjadi.
Sayangku, shokihahku,putri hebatku. . .
do'a kami selalu teruntukmu, pinta kami kepadaNya, semoga engkau selalu diberi kemudahan dalam menjalani semua, diberi kesehatan, dan pelindungan. Semoga ridhoNya selalu menaungimu, aamiin. . . .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi