Toko sebelah
"Rezeki
Alloh yang atur". . .pasti para pembaca sudah sering banget mendengar seloroh itu saat
ada yang mulai mengeluhkan keuangan. Bagiku itu adalah sangat benar sekali.
Kali ini, pengen berbagi cerita yang baru kualami sebulan yang lalu.
Kebetulan
sekali, sekolahku bertetangga dekat dengan pasar tradisional, sehingga saat
istirahat, menjadi kegiatan yang sering dilakukan oleh para ibu guru. Selain
harganya murah, kamipun bisa memilih pembeli dan mengasah keahlian
bersosialisasi juga berinteraksi dengan para penjual yang ramah dan baik hati.
Terkadang bonus kami dapatkan karena kebetulan penjualnya adalah wali murid
dari sekolah kami, sungguh. . . nikmat mana lagi yang kami dustakan.
Suatu
ketika, saya pergi kepasar untuk membeli keperluan rumah tangga alias belanja
bulanan. Ada beberapa toko di area depan pasar yang menjual kebutuhan rumah
tangga. Karena saya sudah punya langganan, maka langsung saja saya parkirkan
motor didepan toko tersebut. Selain harganya murah—maklumlah emak-emak suka
cari yang murah-- penjualnya cantik dan ramah. Namun saat itu saya melihat toko
langganan saya tutup. Akhirnya saya berpindah ke toko sebelahnya. Walaupun
harganya relative lebih mahal, saya tetap membelinya karena memang sangat membutuhkannya,
mengingat persediaan dirumah sudah habis. Tanpa menunggu lama, barang sudah di
tangan dan langsung saya bayar dan cepat-cepat kembali ke sekolah. Ketika saya
akan menaiki motor saya dan bersiap
kembali kesekolah, saya terkejut, ternyata toko langganan saya tidak tutup,
malahan banyak pembeli yang antri didepan toko. Seketika saya tersenyum dan
berkata dalam hati. . . Alloh sudah mengatur segalanya. Rezeki Dia yang
menentukan, dan saat itu Dia menunjukkan Irodahnya. . . itu adalah rejeki toko
sebelah.
Tak
perlu disesali atas apa yang terjadi. Kejadian ini membuat saya semakin
mengerti bahwa apapun yang terjadi dipermukaan bumi ini, sudah di tentukan
olehNya. Tidak akan terjadi tanpa ijinNya, baik itu kebenaran maupun kejahatan.
Mungkin. . . saat keburukan menimpa kita, itu adalah hasil dari perbuatan kita
di masa yang lalu, pun sebaliknya. Semoga kita selalu bisa untuk selau
berkhusnudzon atas segala IrodahNya. . . karena Dia yang Maha Mengetahui atas
segala yang terjadi dan akan terjadi, aamiin. . . .

Komentar
Posting Komentar