Tentangmu
@Puisi
Dari
jauh ku pandang dirimu dengan sejuta cinta.
Harum
tubuhmu menghampiriku seiring senyuman terindah yang kau sunggingkan kepadaku.
Langkah
kakimu mengisyaratkan keyakinan yang kau tujukan hanya kepadaku.
Ah,
tiada terkira rasa ini.
=====
Denganmu
sejuta mimpi tercipta.
Berharap
semua akan kulewati bersama.
Kala
itu, kurajut sejuta mimpi di malam hari.
Tak
pernah sedikitpun ku hirau kabut hitam yang datang menyapa, terus . . ku gapai
isyaratmu.
=====
Beberapa
pasang mata menatap penuh tanya.
Seakan
berkata, siapakah gerangan dirinya.
Ingin
rasanya ku berdiri dan berteriak pada mereka, bahwa engkau sudah ada yang
punya. Namun, tak elok rasanya.
=====
Kupendam
kemarahan yang luar biasa . . .
Lagi
lagi senyummu meluluhkan segala gemuruh di dada.
Tak
perlu menjelaskan kepada mereka.
Cukup
bagiku isyarat ragamu yang membelaiku dengan penuh cinta.
Sejuta
diam tercipta, menggerus damba dalam jiwa.
=====
Waktu teristimewa
itu tiba, kau ucapkan janji suci di hadapanNya.
Kau
genggam tanganku, seolah mengatakan engkau akan menjadi pelindungku.
Sungguh!
Bahagiaku membuncah memenuhi relung hati.
=====
Semua
berlalu tanpa percuma.
Kehadiranmu
menjadi penguat hati dan penambat bahagia.
Kini,
tak ada lagi rasa ragu dan curiga, karena bukti itu telah nyata.
Dua
permata hati menani bersama datangnya senja.
Ku tak
perlu berkata apa-apa kepada mereka.
Karena
engkau telah mendekapku dengan sejuta cinta.
=====
Terima
kasih wahai pemilik hati.
Hanya kepadamu
kumerindu.
Dulu,
kini, juga nanti selalu terangkum seuntai do'a.
Berharap
terukir selaksa peristiwa yang tersandarkan hanya kepadaNya.

Komentar
Posting Komentar