Mahasiswa Teladan

 @Pentigraf

Kumulai kuliahku siang hari ini dengan hati senang karena hari ini adalah giliran pertama  presentasi kelompokku. Kami sudah membagi tugas sesuai slide PPT yang sudah kami buat.  Kuawali keberangkatanku dari rumah supaya ada waktu unyuk istirahat sebelum presentasi. Kusiapkan semua keperluanku dan semua aku masukkan ke dalam tas ransel superku juga HP di saku bajuku. Sebelum berangkat, tak lupa aku mengisi amunisi agar nanti bisa menang saat berdebat, eh berdiskusi maksudnya. Ku minta do’a dari orang tuaku sebelum berangkat  sebagai senjata ampuh dalam menghadapi segala masalah, lebay banget nggak sih. Kemudian kupacu sepeda motor kesayanganku ke kampus, tak lupa berdo’a dalam hati, semoga nanti selamat sampai tujuan dan tidak ada  pertanyaan sulit terlontar kepada timku.

Sesampainya di kampus, aku melihat beberapa temanku melambaikan tangannya dari kejauhan.  Langsung saja, kulangkahkan kakiku menuju lift untuk mempercepat tujuanku, dan “Uh”, terlihat antrean para mahasiswa didepan lift. Bukan pilihan bijak kalau harus menunggu giliran untuk naik lift, sedangkan aku harus datang lebih dahulu di ruang kelas dibandingkan yang lain, gengsi dong presenter datang telat!

Aku percepat langkah kakiku melalui tangga menuju menuju lantai tiga seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya. Dengan penuh semangat kunaiki tangga yang seakan-akan ikut menyemangati perjalananku. Aku harus datang terlebih dahulu untuk menyiapkan presentasi kami, seperti menyalakan AC, LCD, menata kursi untuk presentasi, begitulah mahasiswa zaman now, harus canggih dan mandiri. Kusapa teman-temanku dengan senyuman juga lambaian tangan karena takut akan membutku terlambat. Perlu diketahui bahwa dosen mata kuliah ini terkenal disiplin dan tidak mentolelir sedikitpun kata terlambat. Tak kuhiraukan juga bunyi HP yang sedari tadi bergetar, agar langkah kakiku menuju lantai tiga bisa sampai tepat waktu. Betapa leganya hati ini saat kakiku menginjakkan lantai tiga yang terlihat agak lengang. “Yes” aku jadi mahasiswa pertama yang datang di ruang kuliah M-114. Terbayang pujian dan tepuk tangan dari teman-teman yang selama ini mereka hanya tahu bahwa aku adalah mahasiswa yang telatan, bukan teladan! Sesampainya didepan pintu ruang kuliah, aku melihat Zahara, temanku beda kelas tersenyum dan menyapakau,”Kok masuk, kan diganti jadwalnya tadi pagi, nggak buka HP ya?” GUBRAKK!!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi