Indonesia Terserah

 Memang, keadaan sekarang ini terasa berat karena banyak sendi yang terdampak, terutama ekonomi. Untuk menghadapinya diperlukan sikap bijak dan jujur terhadap diri sendiri. Saatnya bertindak dengan hati. Mendahulukan kepentingan yang memang benar-benar urgent. Menahan nafsu untuk menoleh kepada hal-hal yang tidak urgent, mencoba memikirkan raga yang lain, berharap dampaknya tidak semakin meluas.

Kesadaran dalam menghadapi situasi haruslah ada pada setiap hati di negeri ini. Peristiwa berkumpulnya banyak orang tanpa dibarengi kepatuhan terhadap aturan yang ada terjadi di beberapa tempat. Tak ayal, hal ini banyak menyita perhatian banyak kalangan. Ada yang memandang hal itu lumrah terjadi karena banyak alasan, pun yang memandang hal tersebut sebagai tindakan "bodoh" karena mengorbankan diri sendiri juga keluarganya, tentunya didasarkan pada cara pandang dan berfikir masing-masing individu. Pastinya semua merasa benar. Iya. . . semua benar. Namun benar saja rasanya kurang untuk saat ini, bijak dalam menghadapi permasalahan mestinya lebih didahulukan, karena dalam kebijakan ada hajat yang lebih penting dari sekedar benar.
Fenomena yang terjadi akhir-akhir ini sangatlah membuat kecewa. Betapa tidak, di tengah sibuknya penyaluran bantuan sosial bagi warga yang terimbas wabah pandemi, di sisi lain, terlihat keramaian warga yang membelanjakan uangnya disalah satu mall terbesar dikota. Bukan masalah uangnya, namun adanya pelanggaran aturan yang sangat meresahkan, terutama para nakes. Disana warga berkerumun tanpa ada physical distancing, bahkan ada yang tidak menggunakan masker.
Gerakan untuk memutus rantai penularan COVID yang di gulirkan oleh Pemerintahan jelas sekali di abaikan. Anggapan sepele akan bahayanya virus ini ternyata memang benar adanya. Kesal, marah, kecewa, tentunya dirasakan oleh pihak yang selama ini selalu mengindahkan aturan utk #stay at home, terlebih para nakes, yang sudah berjuang dengan sekuat tenaga dan mengesampingkan keluarga, pastinya yang paling terluka. . .
Walaupun test yang telah dilakukan oleh Tim Gugus Covid ditemukan ada yang reaktiv, dan bukan jaminan itu adalah Covid, namun bukan jaminan pula itu bukan Covid, sebelum mengetahui hasil tes selanjutnya.
Keberlangsungan pandemi COVID ini kedepannya tidak bisa diprediksi secara presisi. Telah banyak kemungkinan-kemungkinan yang di kemukakan para ahli mengenai kapan berakhirnya ternyata belum terbukti, karena semua tergantung pada sikap dan kesadaran setiap individu negeri ini. Pantaslah kiranya para Tenaga Kesehatan di negara ini menyerahkan semuanya pada penghuni negara ini, melalui hastag #Indonesia Terserah menandakan mereka sudah tidak ambil pusing lagi dengan keberadaan wabah ini. Dengan begitu, maka semua akan berperang melawan virus ini dengan senjata masing-masing, yakni kesadaran, kesabaran dan juga stamina/immun tubuh kita. Siapa yang kuat maka dialah yang menang. . .
Yaa Alloh. . . qoullukal haq, wasaangatu haq, Yaa Rohman Yaa Rohiim, Irhaamnaa. . .
Semoga semua akan berakhir lebih cepat, agar semua berjalan normal kembali. . . . Aamiin 🙏🏻🙏🏻🙏🏻



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi