Stay Alert. . .

 STAY ALERT. . . 


Keadaan ini memang belum berakhir. Semakin "mewabah" sepertinya iya. . . Bersikap bijak sangatlah diperlukan. Bijak dalam menyikapi keadaan ini. Mematuhi protokol kesehatan. Gunakan masker saat berada diluar rumah, cuci tangan sesering mungkin, dan jaga jarak saat berada dikerumunan.


Sebenarnya tidak sulit kalau kita mau mencoba untuk bersikap #demi raga yang lain. Artinya. .  mungkin kita sehat wal afiat (persepsi kita sich kebanyakan begitu), namun bagaimana dengan yang lain, orang-orang disekeliling kita. Terlebih yang rawan akan virus ini; mereka yang berada diusia lanjut, anak-anak kecil (balita). . . merekalah yang harus kita jaga. Toh, kasus OTG yang berakhir dengan kematian ada. Seperti yang kita tahu bahwa OTG (orang tanpa gejala) adalah mereka yang didalamnya sudah membawa virus, namun tidak merasakan indikasi tertular virus, seperti: sesak nafas, batuk, sakit tenggorokan atau yang lainnya, sehingga mereka dengan bebas berinteraksi dengan yang lain, yang akhirnya menjadi pemicu bagi yang lain. 


Dengan mematuhi protokol kesehatan, terutama menggunakan masker, terbukti "ampuh" sebagai langkah preventif yang bisa dilakukan oleh semua orang tanpa terkecuali. Namun anggapan memakai masker itu "tidak nyaman" masih menjadi alibi bagi sebagian kita. 


Siapapun pasti merasa tidak nyaman menggunakan masker, namun tolong difikirkan dampak positif bagi yang lain. 'Maskerku melindungimu, maskermu melindungiku'. . . adalah slogan luar biasa yang digaungkan untuk memutus rantai penyebaran virus ini. Razia yang dilakukan secara masif, menjadi pilihan terbaik saat sebagian kita merasa acuh dan abai akan bahayanya virus ini. 


Sebagai dukungan dalam memutus mata rantai penyebaran virus ini, kami dari seluruh civitas akademika MTsN 6 Tulungagung, hari ini, 

mengikuti program rapid test yang di adakan oleh Puskesmas Karangrejo. Dimana, rangkaian awalnya didahului dengan pembagian masker bagi seluruh civitas akademika MTsN 6 Tulungagung yang berjumlah kurang lebih 1000 personal.


Kegiatan rapid test tahap 1 hari ini di ikuti oleh seluruh guru dan karyawan beserta 150 siswa kelas 8, yang secara bergiliran diambil sampel darahnya  berdasarkan paralel kelasnya, mulai dari Kelas 8A, B, C, D dan 8E, yang Alhamdulillah kesemuanya menunjukkan  NEGATIVE. Hasil ini bukanlah menjadi "senjata" dan kemudian bersikap 'bebas' tanpa mengindahkan aturan protokoler kesehatan yang ada, namun sebagai langkah awal untuk lebih menjaga diri agar hasil yang didapat tidak berubah menjadi Reaktif, mungkinkah? tentu saja mungkin. . . .


Diharapkan semua bisa mulai aware akan bahaya virus ini. Menurut sebagian ilmuwan peneliti mengatakan adanya mutasi pada virus ini yang berakibat adanya dampak baru bagi penderita.


Semoga kita selalu diberi kesehatan untuk bisa beraktifitas seperti biasa. Waspada harus, namun jangan menjadi paranoid. Bagaimanapun semua pasti akan  berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan. Berusaha dan berdo'a adalah hal yang bisa dilakukan, untuk selanjutnya serahkan kepadaNya, karena Dialah Sang Pengendali tanpa terkecuali. . .  


#stayhealth

#bersamakitabisa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Tambahan

Waktu

Tholabul 'Ilmi